Corporate Milenial: Dinamis dan Fleksibel

Cepat dan dinamis. Begitulah gambaran untuk era 4.0 ini. Hadirnya teknologi memang membawa perubahan yang signifikan, terlebih melihat potensi kita sebagai manusia akan tergantikan. Namun, keberadaan teknologi mestinya tidak ditanggapi secara sempit.

Belakangan, nyatanya memang banyak bidang pekerjaan yang hilang sebagai konsekuensi kemajuan teknologi. Namun, hadirnya teknologi juga menciptakan peluang serta tantangan baru.

Saat ini, mestinya kita sadar, kita buka mata lebar-lebar. Ini saatnya untuk bertransformasi!!

Industri 4.0 tidak hanya berdampak pada nasib para pekerja (SDM), melainkan dampaknya juga akan dirasakan oleh  organisasi-organisasi besar maupun sebuah corporate. Tidak ada jaminan untuk tetap berdiri tegap jika belum berani untuk bertransformasi.

Kasarnya, memang perlu dilakukan keputusan tegas yang bahkan beresiko tinggi. Mesti ada strategi-strategi baru yang disusun lalu dilaksanakan. Sebab, era ini tidak akan mentolelir mereka yang lambat, semua sudah serba cepat.

Kendati begitu, kita sebagai manusia yang hidup di era ini tidak perlu khawatir, terlebih untuk kaum milenial yang mendominasi era ini. Karena sebetulnya era teknologi ini menawarkan sisi fleksibilitas dan dinamisasi yang tinggi.

 

Menjadi yang “Milenial”

Persaingan tak hanya sebatas antar individu, persaingan juga berlanjut ditingkat “Corporate” ataupun organisasi-organisasi lainnya. Tidak hanya mempertahankan sektor pasar, tapi bagaimana mendapatkan dan mempertahankan SDM yang bisa bersaing secara kuantiti dan kualiti. Sebab, hadirnya SDM yang mumpuni akan meningkatkan peluang bersaing di era modernisasi yang kompetitif ini.

Menurut seorang ahli sosiologi dari Universitas Harvard Alex Inkeles (1965), salah satu ciri untuk mencapai modernisasi adalah bersedia menerima gagasan-gagasan baru dan melaksanakan cara-cara baru. Itu sebabnya sebuah korporasi harus megambil langkah secara tepat dan cepat.

Mengingat era modern ini identik dengan generasi “Y” atau milenial, generasi yang umumnya sudah dikenalkan teknologi sejak dini. Hal itu tentunya membuat generasi ini berpeluang bisa melangkah jauh ke depan dibanding generasi pendahulunya. Apalagi sekarang (zaman Now) kualitas dan kinerja manusia juga sangat dituntut, SDM harus mampu beradaptasi dengan cepat serta memiliki kemampuan mengikuti perubahan.

Tak mesti serba milenial, namun milenial mungkin bisa menjadi opsinya. Melihat bagaimana dinamisasi yang terjadi saat ini, pengelolaan “corporate” sudah berbasis digital; website, sosial media, media online, dll. Semua sudah dalam satu-kesatuan infrastruktur. Ini yang disebut “corporate” milenial.

Jika dilihat lebih lanjut, corporate yang sudah milenial akan memiliki sistim yang lebih fleksibel, tidak kaku, bisa berubah dan menyesuaikan dengan cepat seiring perubahan. Dengan demikian, akan terlahir peluang-peluang baru, karena sudah berorientasi pada hasil.

Kendati begitu, corporate yang milenial mesti memiliki strategi komunikasi yang terarah, baik secara internal maupun eksternal. Sebab, layaknya manusia sebagai makhluk sosial, sangat penting agar interaksi sosial berjalan dengan mulus. Apalagi semua sudah sangat dinamis, tak mesti bertatap muka melainkan sudah bisa melalui perantara media digital.

Olehnya itu, modernisasi ini mesti disambut dengan mata terbuka. Disamping dinamisasi dan fleksibilitas yang ditawarkan, akan tercipta peluang-peluang baru di tengah ketatnya kompetisi era teknologi ini.

 

Optimist!!

Leave a comment